Dok. Spiritsultra.com

Konawe Utara Sosialisasi Pencegahan Suap

Dok. Spiritsultra.com

SPIRITSULTRA – Konut, Selama ini beberapa masyarakat terkadang kurang nyaman bila membutuhkan  pelayanan di beberapa instansi pemerintahan, ketidaknyamanan tersebut terkadang pula diduga akibat ulah oknum yang terkena virus berbau “pungli” di jajaran pemerintahan dan tidak melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, sementara mereka sudah digaji oleh Negara.

Olehnya itu demi mengantisipasi munculnya virus berbau pungli, Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST, M.Si mengundang 2 instansi penegak hukum yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Konawe dan kepolisian Konawe untuk bersama-sama inspektorat kabupaten Konawe Utara (Konut) membentuk TIM SATGAS SABER PUNGLI, sehingga masyarakat konawe utara merasa nyaman bila membutuhkan pelayanan public di jajaran pemerintahan.

Dok. Spiritsultra.com

Pembentukan TIM SATGAS SABER PUNGLI dibentuk Maret 2017 ini, diketuai Wakapolres Konawe dan pada tanggal 2 Agustus 2017 TIM SATGAS SABER PUNGLI melakukan sosialisasi pencegahan pungli di Kec. Sawa dan diikuti oleh para lurah/desa bersama aparatnya serta masyarakat di tiga kecamatan.

Dari tiga kecamatan yang mengikuti kegiatan tersebut kec. Motui, kec. Sawa selaku tuan rumah dan kec. Limbo

Kegiatan Tim Satgas yang bertemakan “Pencegahan Pungutan Liar (pungli)” dimulai pukul 11.00 Wita dan dibuka langsung oleh Sekda Konawe Utara, dr Martaya yang dihadiri oleh Camat Motui, Camat Sawa, Camat Lembo serta Tim Satgas Saber Pungli dari Polres Konawe IPTU Sampara (Kasat Bimas) Ipda Usman (Kasi Propam) Bripka I Ketut Sirya, Bripka Anton sementara dari Polsek Sawa Bripa Tommy (Babinkantibmas) dan Bripka Aksar (Babinkantibmas).

Dalam acara kegiatan tersebut berlangsung alot, saat Iptu Sampara selaku pembawa materi menjelaskan bahwa “pengertian dari pada pungli adalah pengenaan biaya tambahan dari biaya resmi dari institusi yang ditanggung oleh masyarakat selaku penyenggara pelayanan public, misalnya kita mengurus STNK dimana oknum pelayan publik menyebut diatas nilai aturan prosedur pembayaran yang dikenakan masyarakat, sementara yang dikategorikan suap dimana seseorang yang membutuhkan pelayanan publik melakukan negosiasi memberikan sesuatu nilai kepada pelayan publik agar urusannya dipercepat diinstansi terkait, dan itu keduanya masuk ke rana hukum antara pemberi dan penerima, namun kita juga perlu membedakan antara PUNGLI, SUAP dan RASA TERIMAH KASIH, sebab kita tidak pungkiri bahwa budaya kita selaku Indonesia timur budaya rasa terima kasih tidak pernah lepas, olehnya itu kami juga dari Tim Satgas akan melihat seperti apa duduk persoalannya bila ada laporan dari masyarakat “.

Setelah mendengarkan paparan dari Tim Satgas Sekda Konawe Utara dr. H. Martaya sangat mengapresiasi pembentukan Tim Satgas Saber Pungli dimana bila ada laporan di masyarakat akan melihat sejauh mana pelaporan masyarakat tentang suap.

Olehnya itu saat membawakan sepatah kata H. Martaya yang juga mantan Kadis Kesehatan Kab. Konawe Utara menghimbau kepada pelayan publik dijajaran pemerintahan kiranya melakukan pelayanan senaksimal mungkin dengan tidak mengharap sesuatu yang membutuhkan pelayanan, sehingga masyarakat merasa nyaman.|Rudia. SS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX