SIAPA YANG SALAH MASYARAKAT ATAUKAH DINAS KEHUTANAN?

Konut – berbicara tentang kawasan hutan tentu tidak terlepas dari jeratan hukum bila masyarakat melakukan aktifitas kegiatan pembersihan lahan di sekitar hutan tsb. namun persoalan kawasan hutan lindung di Desa Tondowatu Kec. Motui sangat tidak logis, di mana pemancangan Pal batas oleh Dinas Kehutanan berjarak kurang lebih 20 meter dari jalan poros Kabupaten Konawe utara sehingga masyarakat di Desa tsb. sering di jadikan mangsa oleh oknum Dinas Kehutanan.

Kamis,1 Mei lalu masyarakat Desa Tondowatu menyuruh operator senso untuk menebang kayu untuk ramuan rumah di lahan miliknya, namun baru beberapa pohon kayu yang tumbang tiba tiba datang oknum Dinas kehutanan tiba di lokasi penebangan kayu. selasa (06/03/2018) Desa motui

Rudi selaku oprator mesin Sensor langsung meninggalkan Tempat begitu mendengar teriakan.

“jangan lari kami dari kehutanan”.

Melihat operator penebang kayu meninggalkan tempat, beberapa oknum Dinas Kehutanan tanpa basa basi langsung mengambil mesin tersebut dan di bawah entah kemana.

menurut salah satu warga denga berisinial Lim 32 (th) saat menemui awak media Spirit sultra. com, menjelaskan bahwa kejadian penebangan kayu ini kami gunakan untuk bahan rumah bukan di perjual belikan.

” penebangab kayu in kami gunakan untuk rumah bukan di perjual belikan, operator penebang kayu mencari Mesinnya” ungkapnya

lanjutnya ” disisi lain ada galian C, Tidak ada satupun personil yang mengetahui kejadian tesebut dan di duga dari Dinas Kehutanan Provensi yang melakukan pemantauan aktifitas tambang galian C” tutupnya

Kejadian tersebut secara Publik sangat ni sayangkan sebab jika memang lahan masyarakat masuk kawasan mengapa para penambang galian C tidak segel/tutup, apakah hukum hanya berlaku pada masyarakat kecil? di sebabkan para penambang orang besar sehingga tidak punya taring untuk berbuat tegas, di mana keadilan hukum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX