Kelulusan 100 Persen, Guru di Wakatobi Ditekan Evaluasi USBN

WAKATOBI- Meraih kelulusan 100 persen bukan hal yang mudah bagi sekolah namun sekolah-sekolah di Kabupaten Wakatobi berani menggaransikan hasil capaian akhir dengantarget kelulusan tersebut.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, NurSaleh ketika memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi ujian sekolah berstandar Nasional(USBN) dan ujian Nasional(UN). Selasa(20/3/2018)

Selain 43 kepala Sekola dan Guru SD dan SLTP, hadir pula Koorwas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi,Mujaidi serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Salihi,S.Pd dalam sosialisasi yang diadakan di Aula Dinas Pendidikan dan KebudayaanDalam penjelasannya Nur Saleh menyebut sosialisasi itu sangat bermakna bagi penataan dan pengembangan pendidikan khususnya jelang penyelenggaraan USBN dan UN khususnya bagi SLTP dimana para guru dan kepala sekolah mampu mengetahui tugas-tugasnya pasca penyelenggaraan USBN dan UN untuk mengukur indikantor kinerja dan capaian keberhasilan siswa.

“Mengevaluasi mata pelajaran apa saja yang tertinggal dan atau yang tidak tercapai. IPM sangat ditentukan oleh Bapak dan Ibu dalam mengembang tugas mulia yaitu mendidik”tegasnya.

Mantan kadis PU Kabupaten Wakatobi ini sangat optimis pelaksana USBN serta UN akan berjalan dengan baik apalagi sosialisasi serupa bukan hal baru dihadapi kepala sekolah atau guru.

“Terutama distribusi soal. Setelah Tim menyelesaikan tugas-tugasnya maka soal akan didistribusi sehingga soal harus diamankan sebaik-baiknya”, tambahnya.

Hal itu dilakukan untuk menguji intergritas, inovasidan kualitas lulusan. Kelakpeserta didik bersangkutan ketika menempuh pendidikannya ke jenjang lebih tinggi bisateruji dengan sendirinya dan secara mandiri mampu menyelesaikan tantangan sebagaimana yang pernah dilaluinya sejak ia masih menjadi peserta didik di bangku SDatau SLTP.

“Contoh jika 20 orang hanya 2 orang lulus itu perlu dipertanyakan. Bisa jadi gurunya di evaluasi”, paparnya.

Apalagi kata dia, tambahansoal UN tahun ini telah bertambah dari 3 menjadi 7 mata pelajaran.

“Berarti pemetaan Pendidikan sudah memenuhi syarat dari 3 menjadi 7 maka olehnegara Bapak-Ibu dianggap mampu tentu ketika tidak berkualitas maka itu juga hasilnya oleh Bapak-Ibu”, tutupnya.

Sesuai data sekolah siswa yang akan mengikuti USBNdan UN tahun ini untuk SLTP dan MTs berjumlah 2.781 siswa sementara siswa SD berjumlah 2.246 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX