Peringati Hari TBC Sedunia, Dinas kesehatan Gelar Pengobatan Gratis

Wakatobi – Peringati hari Tuberclosis(TBC) se-Dunia yang ditetapkan jatuh pada 24 Maret tiap tahunnya mendorong Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pengobatan massal gratis di Kabupaten Wakatobi.

Pelayanan massal gratis yang bertemakan”temukan TBC obati”, dirangkai senam pagi dihadiri beberapa kepala SKPD, Sekda Muhammad Ilyas AbibuSebutnya istrinya, Ketua DPRD Muhammad Ali serta ratusan masyarakat diselenggakan di Marina Beach Kecamatan Wangi-Wang, Minggu (25/3/2018)

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr.H.Zulhan Kasim menjelaskan bahwa peringatan hari TBC sedunia merupakan moment penting bagi masyarakat mengambil langkah tepat melakukan pengobatan gratis bukan hanya terfokus pada penyakit TBC melainkan beberapa jenis penyakit ikut diperiksa sebagai bagian pengobatan gratis bagi masyarakat.

“Masih banyak di masyarakat dan menghawatirkan banyak yang kebal obat. Jadi kalau ada kuman TBC kebal ditubuhnya lalu terjangkit ke orang lain maka tidak ada obatnya,” ujarnya.

Targetnya menemukan pasien khusus TBC minimal 800 orang harus ditemukan dan obati. Sehingga ia berharap masyarakat bisa mengenali gejala-gejalanya baik batuk kronis, nafsu makan tidak bagus, keringat malam hari, kurus agar segere memeriksakan diri di layanan terdekat.

“Kami telah tiga hari lamanya di Gral ini , pasca pelayanan di Marina maka selanjutnya di buka di Puskesmas atau Polindes atau kami kerumah warga dan apabila ditemukan setelah ada scerening, pengumpulan dahak dan pot. kami layani intensif selama 6 bulan jika belum sembuh akan dilanjut 3 bulan dan obatnya gratis,” paaparnya.

Sementara itu, dijelaskan Mentri Kesehatan RI lewat sambutan yang dibaca Sekda Kabupaten Wakatobi, Muhammad Ilyas Abibu, menyangkut penyakit TBC ada sekitar 1.020.000 kasus dan baru sepertiga ditemukan atau sudah ditemukan dan diobati namun belum dilaporkan.

Oleh karena pada hari TBC se-dunia perlu meningkatkan kepedulian masyarakat berobat hingga sembuh sehingga tidak lagi menularkan kepada orang lain di sekitarnya.

Dijelaskan pula komitmen Indonesia eliminasi TBC pasca pertemuan tingkat regional Asia yang diselenggakan WHO kurun waktu 13-14 Maret 2018. Salah satu nya Indonesia menetapkan melawan TBC dan masuk sebagai salah satu indikator pembangunan nasional yang di pantau langsung Presiden RI ke-7, Joko Widodo

“Pemimpin eliminasi TBC adalah seluruh kepala negara, Gubernur, Bupati, Walikota. Ini menjadi komitmen bersama memutus mata rantai TBC”,Ungkap Mentri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek ,” urai  Sekda Kabupaten Wakatobi.

Agar diketahui Dinas kesehatan Propinsi Sultra bersama Pemda Kabupaten Wakatobi menandatangani komitmen eliminasi tuberclosis (TBC) sekaligus menyerahkan sebuah tas sebagai simbol komitmen kedua pihak.

Peliput : Sdm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX