Jaringan Listrik Di Tomia Rusak, Ini Kata Manajer PLN

WAKATOBI, spiritsultra.com – Jaringan listrik di pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, saat ini mengalami kerusakan pada mesin utama jenis mitshubishi dengan daya 1 Mega sejak awal bulan Desember 2018.

Manager PLN unit Wangi-wangi, Bahtiar menjelaskan, kerusakan pada mesin utama (mesin besar) di PLTD Tomia disebabkan kelelawar tersangkut pada kabel listrik hingga terjadi krosleting yang mengakibatkan mesin terganggu dan apabila mesin menanggung beban berat akan mengalami gangguan. Tuturnya ketika ditemui di kantornya. Kamis (24/1/2019).

Berawal dari gangguan mesin tetapi kelistrikannya juga bermasalah. Dalam hal ini kabel generatornya bermasalah juga, jadi kerusakan ini beruntun. Lanjutnya ia mengatakan, saat ini mesin besar belum bisa beroperasi, kami hanya mampu mengoperasikan tiga mesin kecil jenis katerpilar dengan daya 100 kw x 3. Tuturnya.

Suasan Mesin PLTD Tomia Masih Sementara Dalam Masa Perbaikan.

“Sejak satu pekan yang lalu kami harus mengurangi beban dari 1000 kw menjadi sepertiga dari beban normalnya agar masyarakat tetap mendapat pasokan listrik dengan melakukan pemadaman bergilir.”

Saat ini, ia menjelaskan, kami sudah berupaya memperbaiki kerusakan dan sudah mendatangkan tenaga teknis mitshubishi dari Jakarta sebanyak empat orang dan hingga saat ini mereka masih melakukan perbaikan mesin, maka pengurangan jam operasi terpaksa dilakukan sejak Sabtu (15/12/2018) lalu hingga saat ini.

Bahtiar menghimbau kepada masyarakat Wakatobi khususnya pulau Tomia agar bersabar semoga pertengahan bulan Februari 2019 mesin PLTD Tomia segera beroperasi kembali dalam 24 jam lagi. Tutupnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Wa Jao seorang penjual ikan mengatakan, kerusakan listrik di Tomia sejak awal bulan Januari 2019 ini kami sudah mulai kewalahan dengan es batu untuk mengawetkan ikan jualan ini, tetapi biasanya kerusakan begini karena kelelawar karena kami sering dengar informasi kalau kelelawar itu tersangkut di kabel listrik dan timbul percikan api di kabel. Kami harap secepatnya diperbaiki karena kebutuhan masyarakat seperti kami sangat membutuhkan listrik dan tidak mati terus ini listrik. Pungkasnya. Kamis (24/1/2019).

Perludiketahui, sejak Jumat (3/8/2018) listrik di pulau Tomia sudah mulai beroperasi 24 jam dan setelah pelaunchingan penyalaan listrik 24 jam untuk pasokan ke 8.800 rumah ini hanya beroperasi sekitar tiga bulan hingga awal Desember 2018 jaringan listrik mulai gangguan.

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX