22 Perusahaan Pertambangan di Sultra Tetap Beroperasi, Andi Azis: Jika Memenuhi Empat Aspek

KENDARI, spiritsultra.com – Pelaksana Tugas (Plt), Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Azis, melakukan konferensi pers. Selasa (12/2/2019), untuk mengklarifikasi pernyataan Kepala Bidang (Kabid), Mineral dan Batu Bara (Minerba) Yusmin akan menghentikan 22 perusahaan pertambangan yang melakukan pelanggaran.

Dalam konferensi persnya, Plt. ESDM, Andi Azis mengatakan, pernyataan yang di lontarkan oleh Yusmin, sebagai Kabid Minerba, dimana pernyataan tersebut terkesan, selama ini telah terjadi manajemen yang carut marut di sektor pertambangan dan akan ditindak lanjuti ke KPK. Paparnya.

“Apa yang di lontarkan oleh Kabid Minerba bukan seperti itu,” tegasnya.

Melakukan ketegasan kepada perusahaan pertambangan yang tidak mengindahkan aturan, terlebih dahulu akan kami berikan pembinaan. Andi Azis menegaskan, 22 perusahaan tetap melakukan aktivitasnya. Tetapi, harus memenuhi empat aspek yakni, administrasi, teknis, lingkungan dan aspek keuangan dan jika salah satunya tidak terpenuhi, kami tetap tindaki. Pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin, (11/2/2019), Kepala Bidang (Kabid), Mineral dan Batu Bara (Minerba) Yusmin mengatakan, kepada oknum yang sudah membiarkan kapal memuat ore ilegal sudah sepatutnya dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan saya berharap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta aparat Kepolisian untuk periksa kembali riwayat lahirnya IUP-IUP ini. Ucap mantan presiden mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari di kantornya.

Semua perusahaan yang melakukan aktivitas pengangkutan dan penjualan ore nikel tersebut tidak memiliki Izin Usaha Persetujuan (IUP), Rencana Kerja Tahunan Teknis dan Lingkungan (RKTTL) dan Rencana Kerja dan Anggara Biaya (RKAB) Tahunan.

Kewajiban tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Sultra No. 89 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Sultra No 39 Tahun 2013 Tentang Peningkatan Nilai Tambah dan Ekspor Mineral dan Batubara di Wilayah Sultra.

Untuk diketahui, 22 perusahaan yang dimaksud yakni, PT. Adhi Kartiko Pratama, PT. Bumi Karya Utama, PT. Bosowa Mining, CV. Unaaha Bakti, PT. Manunggal Sarana Surya Pratama, PT. Konutara Sejati, PT. Karyatama Konawe Utara, PT. Makmur Lestrai Primatama, PT. Paramitha Persada Tama, PT. Tristaco Mineral Makmur, PT. Roshini Indonesia, PT. Pertambangan Bumi Indonesia, PT. Tiran Indonesia, PT. Integra Mining Nusantara, PT. Baula Petra Buana, PT. Macika Mada Madana, PT. Ifisdeco, PT. Wijaya Inti Nusantara, PT. Generasi Agung Perkasa, PT. Jagat Rayatama, PT. Sambas Minerals Mining dan PT. Tonia Mitra Sejahtera.

Penulis:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX