Aksi Demonstran Setengah Telanjang di Depan Kantor Bupati Konawe Utara

KONUT, SULTRA, spiritsultra.com – Untuk kesekian kalinya Forum Pemuda Konawe Utara melakukan aksi demonstrasi setengah telanjang sebagai bentuk simbolis untuk perjuangkan aspirasi masyarakat, karena menurut mereka pemerintahan Ruksamin-Raup, sudah melenceng dari janji politiknya saat berkampanye.

Demonstran meminta kepada Bupati Konut, DR. Ir. H Ruksamin, S.T, M.Si segera memediasi masyarakat dengan pihak PT. AFN/JONLIN agar renegoisasi polemik pembayaran lahan masyarakat yang tidak prosedural, serta di duga adanya manipulasi dalam jangka waktu 1×24 jam dan mendesak DPRD Konut segera melanjutkan kegiatan RDP untuk mempercepat pembentukan pansus polemik di perusahaan tersebut.

“Kami melakukan aksi buka baju sebagai bentuk simbol kekecewaan kami terhadap pemerintahan yang kami anggap mandul sebagai penyambung lidah masyarakat,” ucap salah seorang demonstran, Abdul Safar Kilafah ketika ditemui spiritsultra.com ditempat, saat aksi berlangsung, Rabu (23/1/2019), pukul 10.00 wita.

Kurang lebih satu jam melakukan orasi, seorangpun pejabat tidak ada yang datang untuk menanggapi orasinya, sehingga terjadi ketegangan antara Polisi Pamong Praja (Pol PP) dengan Forum Pemuda Konawe Utara, akibat merasa menghalang-halangi untuk menyegel Kantor Bupati sambil melakukan pelemparan telur busuk sebagai bentuk kekecewaannya.

Berselang beberapa menit terjadi ketegangan di depan teras kantor Bupati antara demosntran dan Pol PP tersebut dapat di redahkan oleh Kanit Polsek Asera dan beberapa anggotanya. Setelah itu, mereka langsung melakukan aksi melap kaca kantor yang dileparkan telur busuk. Aksi itu merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap daerah dan melanjutkan orasinya kembali di Kantor DPRD Konut.

Para demonstran yang dipimpin oleh Sulaiman T, selaku jendral lapangan bersama rekannya Sujasman, S.Pd, Fian Efendi, ST, Yayat Hidayat H, Anas Sulkarnain, Tambi, Hendrik, S.Di dan Abdul Safar Kilafah. Setiba di kantor DPRD Konut, mereka langsung melakukan orasi yang sama. Lagi-lagi tak seorangpun pejabat yang datang menemuinya.

Sehingga terjadi frontal pelemparan botol minuman plastik yang di arahkan ke pintu depan kantor, dengan aksi buka baju sebagai luapan emosi simbol mandulnya anggota DPRD Konut.

Tak lama setelah mereka melakukan orasi yang terkesan frontal, Wakil Ketua II, dari fraksi PDIP, Made Tarabuana, datang menemui para demonstran dan menyikapi persoalan yang terjadi sebagaimana yang mereka aspirasikan. Namun yang membidangi poin-poin aspirasi tersebut sedang di luar daerah.

“Saya sudah berkordinasi dengan Ketua Komisi A, Rasmin Kamil, sepulangnya dari umroh akan melaksanakan rapat bersama Pemerintah Daerah dan akan mengundang perwakilan dari masyarakat terkait persoalan perkebunan tebu yang menurut Forum Pemuda Konawe Utara belum ada kejelasan,” bebernya kepada para demonstran.

Penulis: Rudia

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX