Aktifnya PT. ST. NiCKEL RESOURCES Sejak Pencabutan Izin di Duga Ada Oknum Bermain

KENDARI, spiritsultra.com – Barisan Aktivis Keadilan Indonesia Sultra, mendesak Dinas ESDM dan DPRD, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengkroscek kembali aktivitas pertambangan PT. ST. Nicel Resources, yang di duga tidak memiliki IUP.

Barisan Aktivis yang di Kordinir oleh Muh Ihsan, menyampaikan aspirasinya di depan kantor ESDM Kendari untuk menghentikan aktivitas pertambangan milik PT. ST. Nicel Resources, karena UIP yang di keluarkan pada tahun 2009, telah dicabut oleh Lukman Abunawas saat menjabat Bupati Konawe, melalui surat putusan nomor 380, tahun 2012. Sampai saat ini, perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas pertambangan. bebernya, Senin (4/2/2019).

“Energi, sumber daya dan mineral, merupakan anugerah yang di berikan oleh Allah SWT, terhadap suatu wilayah jika di jalankan sesuai amanah Konstitusi NKRI dan UU 1945, pasal 33, ayat 3 yang menjelaskan tentang bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, di kuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun fakta yang terjadi, di luar dari pada yang tertuang,” tegasnya.

Kehadiran para aktivis yang di kawal beberapa anggota Polresta Kendari berlangsung aman dan kurang lebih satu jam melakukan orasi, Pj. ESDM, Andi Asis langsung menemui mereka di tempat.

Melihat beberapa poin aspirasi yang disampaikan, Andi Asis akan menindak lanjuti persoalan tersebut. Ia membantah, kami sudah melakukan proses sesuai dengan aturan perundang-undangan dan sudah memiliki surat Izin dari Ombushman untuk memproses. Ucapnya.

Karena masih dalam proses hukum, perusahaan PT. ST. Nicel Resources, masih tahap Investigasi. Bukan hanya terkait Undang-undang Minerba, ada juga Undang undang lain dalam kasus tambang Konikel yang berada di atas lahan Sultra, Jembatan Emasnya dan kami ada beberapa konsolidasi serta diskusi dengan pihak lain yang menggunakan Undang-undang lain. Kami memakai aturan dari UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan.

“Terkait dengan aspirasi yang adik-adik bawakan hari ini, kita sepakat. Bila berbicara tentang amandemen Undang-undang Dasar, 45, di pasal 33, ayat 3, tujuannya untuk mengsejahterakan. Namun ke hadiran tambang di Sultra, tidak seperti apa yang terkadung di pasal tersebut yang berkaitan dengan PT. ST. Nickel Resources,” paparnya dihadapan barisan aktivis.

Perusahaan tersebut, lanjutnya ia mengatakan, masih menggunakan yang lama tentang perseroan terbatas, Undang-undang perbankan dan sebagainya. Olehnya itu, apa yang di aspirasikan ini, kami tetap akan tindak lanjuti namun berikan kami waktu untuk bekerja, “Sebab, saya diberikan tanggungjawab sepenuhnya baru berjalan dua bulan,” tutupnya.

Amatan spiritsultra.com, setelah mendengarkan penjelasan Pj. ESDM, Andi Asis, para pendemo langsung membubarkan diri.

Penulis: Rudia ss

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX