1000 Bibit Mangrove di Wakatobi Sukses Ditanam Peserta Jakorwa 2019

WAKATOBI, spiritsultra.com – Peserta Jambore Konservasi Wakatobi (Jakorwa) 2019, sukses menanam 1000 bibit Mangrove jenis Rhizopora stylosa dan Rhizopora mucronata di area pantai Desa Kabita, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (16/3/2019).

Pada sebelumnya, Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) langsung memberi sumbangsih bibit mangrove kepada panitia pada Selasa 12 Maret 2019. Ucap salah seorang Koordinator Jakorwa, Salehanan kepada spiritsultra.com, (16/3).

Penanaman bibit mangrove bermanfaat besar bagi penduduk yang tinggal didekat pantai, Salehanan menjelaskan, manfaat diantaranya yakni mencegah abrasi dan tsunami serta peresapan air laut ke daratan. Oleh karena itu, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Wakatobi merupakan kepulauan yang memiliki banyak pantai.

Rehabilitasi dengan penanaman pohon mangrove menjadi bagian dari kegiatan Jakorwa untuk mendukung lingkungan di tingkat bentang alam dengan memperbanyak penanaman bibit pohon mangrove berjenis Rhizopora stylosa dan Rhizopora mucronata di area pantai. Tuturnya.

Peserta Jambore Konservasi Wakatobi 2019 tanam bibit mangrove di pantai Desa Kabita, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (16/3/2019).

Ketua Pelaksana Jakorwa, Said menambahkan, selain penanaman bibit mangrove, peserta juga telah sukses melepas 47 ekor Tukik di pantai Oa Wolio, Desa Kabita, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Paparnya kepada spiritsultra.com, (16/3).

Jakorwa, lanjut ia katakan, digelar sejak 14 hingga 17 Maret 2019 dimana kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian pelestarian lingkungan dengan tema “Adopsi Sampah Plastik” dengan mengutamakan konservasi yakni, perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan baik dalam hal pembangunan untuk pemanfaatan sumberdaya.

“Dan selanjutnya akan berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat yang berkelanjutan khususnya kepada generasi muda-mudi Wakatobi dan sekitarnya,” Paparnya.

Lanjut ia mengatakan, kegiatan JKW 2019 ini mulai dibuka pada hari Kamis 14 Maret, pukul 07.00 wita, di Lapangan Merdeka, Kecamatan Wangi-wangi dengan agenda registrasi peserta dari semua kalangan masyarakat yang akan berkumpul dan menuju Lapangan Perkemahan Desa Wisata Kolo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan yang merupakan lokasi utama.

Beberapa kegiatan lainnya juga dilakukan dengan aksi bersih-bersih, pelepasan tukik, pengenalan konservasi, kelas lingkungan dan penanaman mangrove. Bebernya.

Peserta Jakorwa gelar pelatihan pemilahan sampah di halaman kantor Desa Kolo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.

Ia berharap, pada kegiatan ini terciptanya kesadaran dan kepedulian masyarakat Wakatobi secara umum terhadap kelangsungan hidup lingkungan, memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk peduli serta aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan dan memberikan pesan kepada pemerintah daerah untuk tetap fokus dalam pengelolaan sampah khususnya sampah plastik yang terus menyebar di laut dan di darat.

“Kita berharap pada kegiatan seperti ini, ada kerjasama langsung dari Pemerintah untuk memeberikan dampak positif terhadap komunitas yang ada di Wakatobi agar penanganan sampah memiliki nilai yang bermanfaat, karena kita tidak harus menggelar secara terus-menerus pungut sampah,” tegasnya.

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX