Pimred Media Online Radar Tenggara Layangkan Surat Aduan ke Polda Sultra Terkait Penyebar Hoax

KENDARI, spiritsultra.com – Pada Senin (1/4/2019), Agus Salim Patunru selaku Pimpinan Redaksi (Pimred) Radar Tenggara, merupakan salah satu media online di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah resmi layangkan surat pengaduan dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baiknya di media sosial milik akun Facebook Risal Hervi Ambe Horidi alias Niken.

Saat konferensi persnya, Agus Salim Patunru mengatakan, saya adukan ke pihak Kepolisian Daerah Sultra (Polda Sultra) terkait adanya postingan di media sosial dari akun facebook bernama Risal Hervi Ambe Horidi alias Niken (kini pelaku sudah menghapus akunnya) dan saya tidak mengenal pemilik akun tersebut. Bebernya (1/4).

Jaspin Gamami juga ikut menjudge saya pada kolom komentar akun facebook milik Niken, dengan perkataan tertulis “Sudah mereka-mereka ini yang kasih rusak nama wartawan, rusak betul ini orang-orang, sudah medianya tidak jelas, lebih-lebih lagi orangnya tidak jelas,” terang Agus Salim.

Akun facebook atas nama Jaspin Gamami, diketahui adalah seorang wartawan yang juga adik dari pemilik salah satu media online di Kendari, dimana beliau (J) berdomisili di Kabupaten Kolaka Timur, bahkan (J) diketahui sudah membuat suasana semakin tidak kondusif, karena ia memuat berita persoalan ini di media onlinenya tanpa konfirmasi. terangnya.

“Dan saya laporkan juga bagi yang berkomentar di status yang diupload oleh akun Risal Hervi Ambe Horidi alias Niken itu,” tegasnya.

Lanjut ia menjelsakan, pada sebelumnya, oknum Kepala Desa Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia (M), beserta perangkat desanya (TPK) Yusuf menyebar luaskan gambar saya dan mobil saya yang diambil dari akun whatsapp telah menyebarkan berita hoax tentang diri saya sehingga muncullah postingan akun facebook milik Risal Hervi Ambe Horidi alias Niken tersebut. Keluhnya.

Fakta sebenarnya, saya hanya datang di Desa Wanambuteo guna menjalankan tugas dan tupoksi saya sebagai wartawan. Ia menegaskan, ini jelas saya mengatakan diawal percakapan saya bersama Kepala Desa (M), bahwa saya ini dari media Radar Tenggara, bukan dari RCTI ataupun tim KPK seperti yang mereka ucapankan dan bukti rekaman percakapan saya bersama kepala desa masih tersimpan.

“Tidak ada sedikitpun uang yang saya terima seperti tuduhan mereka itu, ini jelas-jelas fitnah,” tegas Agus Salim.

Penulis: Rudia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX