Tampak suasana pentas seni di pantai Hondue. Foto: La Ode

Pertama Kali, Pentas Seni Pesisir Hondue Pulau Tomia

WAKATOBI, spiritsultra.com – Komunitas KATUTURA Art and Culture kolaborasi bersama seorang seniman asal Solo, Jawa dan kerjasama Karang Taruna desa Kolo Soha gelar event Pentas Seni di pantai Hondue, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu 27 April 2019.

Event yang dipersiapkan selama 10 hari, sejak Kamis 18 april 2019 yang dimulai dengan kegiatan memungut sampah, atau dalam tradisi lokal Tomia dikenal dengan nama Hedongka.

Hedongka merupakan upaya mendaur ulang sampah seperti, botol kaca, gelas kemasan air minum, kayu, sendal, korek gas dan bahan lainnya menjadi karya seni atau instalasi sampah.

Enam penari Kadandio asal desa Kulati meriahkan event pentas seni. Foto: La Ode

Salah satu anggota Katutura, Firman sangat mengapresiasi event yang sangat alami tanpa menggunakan listrik maupun peralatan lain, ia mengatakan, dari hasil daur ulang sampah yang kami pungut di pantai Hondue sangat bersifat edukatif tanpa harus memakai biaya besar seperti event-event pada umumnya di Wakatobi khususnya pulau Tomia.

Ia berharap, semoga kedepannya bisa diterapkan seterusnya, karena event seperti ini adalah salah satu bentuk kampung kita pada masa lampau yang masih menggunakan perlengkapan seadanya.

“Wakatobi merupakan lingkaran pariwisata yang ruhnya diangkat terus secara alami dan tradisional,” tutupnya.

Amatan spiritsultra.com, kegiatan pentas seni dimulai pukul 20.00 sampai 22.30 wita dan sukses digelar.

Pentas Seni mulai dibuka dengan atraksi suling yang dipentaskan oleh seorang seniman asal Solo dan dimeriahkan dengan tarian Kadandio dari desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur serta tarian-tarian lainnya dari desa Kolo Soha, Kecamatan Tomia serta lantunan puisi dari Komunitas Katutura.

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX