Berkat Dana Desa di Tapunopaka Konut Kembangkan Potensi Nelayan Berkelanjutan

KONUT, spiritsultra.com – Desa Tapunopaka, Kecamatan Lasolo kepulauan, merupakan salah satu desa dari tujuh desa yang ada di pesisir pantai wilayah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Desa Tapunopaka merupakan pecahan dari desa induk Tapunggaya yang resmi menjadi desa difenitif pada tahun 2015 lalu dan salah satu tokoh yang memprakarsai mekarnya desa sejak Basrun menjabat sebagai kepala desa yang saat ini masyarakat memberikan amanah untuk menahkodai yang tergolong 99 persen masyarakat berprofesi nelayan.

Kepala Desa Tupunopaka, Basrun

Kepala Desa Tapunopaka, Basrun menjelaskan, dengan adanya Dana Desa (DD), masyarakat mengalami peningkatan penghasilan yang drastis. Dimana sebelumnya masyarakat menggantungkan kehidupan di laut masih menggunakan perahu biasa dengan mendayung untuk mencari ikan. Bebernya kepada spiritsultra.com. Senin 29 Juli 2019.

“Saya bersama masyarakat setempat sangat berterimakasih pada pemerintah pusat, karena dengan adanya Dana Desa ini cukup membantu perekonomian nelayan, apalagi kami di sini mayoritas nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.” Ucapnya.

Olehnya itu, lanjut ia mengatakan, di tahun 2019 ini, yang belum mendapatkan bantuan mesin Katintin, kami sudah programkan sebanyak 25 unit mesin Katintin dan sebanyak 10 unit mesin alhamdulillah sudah disalurkan kepada penerima.

Pada tahap ke dua nanti sebanyak 15 unit mesin. selain dari pada mesin katintin, kami juga sudah menganggarkan sebanyak 15 unit MCK dan yang baru terselesaikan di tahap 20 persen sebanyak enam unit pembangunan MCK, sisanya 40 persen pada tahap ke dua.

Selain dari pembangunan ada juga anggaran yang kami porsikan pada lembaga kemasyarakatan dan ke agamaan seperti Puutobu, guru ngaji, perawat desa. kegiatan  pemerintahan desa yang tediri dari tiga personil yakni Kepala Desa, Sekretaris desa dan kasi pelayanan pemerintah desa dengan anggaran sebanyak Rp. 36.000.000 untuk tiga orang bila pelatihannya bintek peningkatan kapasitas aparatur desa di luar daerah.

Adapun anggaran untuk 40 persennya pada tahap tiga, kami masih melakukan pembangunan fisik berupa Drenase sepanjang 230 meter dan juga pembuatan perahu nelayan sebanyak enam unit. Tutupnya.

Laporan: Rudia

Editor : La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX