Gerakan Nasional Bersih Pantai, Bocah Enam Tahun di Tomia Wakatobi Menjadi Trash Hero

WAKATOBI, spiritsultra.com – Haidir (6) merupakan bocah yang masih duduk dibangku kelas satu Sekolah Dasar (SD), turut berpartisipasi dalam aksi bersih pantai yang merupakan gerakan serentak pada 74 titik di Indonesia.

Aksi semangat Haidir mengumpul sampah dari awal hingga ahir kegiatan pada hari Pandu Laut Nusantara di pantai Mongingi, desa Wawotimu, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menyorot perhatian pemuda di lokasi pantai Mongingi. Minggu 18 Agustus 2019.

Seperti yang diungkapkan oleh Abas (44), yang mengkoordinir Pandu Laut Nusantara 2019, ia mengatakan, Haidir sudah terbiasa aktif setiap kegiatan sosial seperti yang dilakukan di pantai Mongingi. Sejak dulu sudah ditanamkan rasa peduli terhadap lingkungan khususnya mengenal sampah plastik, karena sampah plastik merupakan musuh besar bagi kehidupan. Ucap orang tua Haidir.

Gerakan Nasional yang diinisiasi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Pudji Astuti, telah menjadi gerakan Pandu Laut Nusantara di seluruh pantai indonesia sejak 2018.

Kurang lebih 40 voluntir dari Lembaga Mari Mabook Camp (MMC), Kerabat Mahasiswa Timu (KMT), Pemerintah Desa dan Karang Taruna Desa Wawotimu ikut terlibat pada aksi bersih pantai sejak pukul 11.00 hingga 16.00 wita.

Sejumlah Element Masyarakat Tomia Timur Tergabung Pada Aksi Gerakan Serentak Pandu Laut Nusantara 2019 di Pantai Mongingi, Desa Wawotimu Foto: IST

Kami berhasil mengumpulkan sampah kurang lebih sebanyak 151 kg yang terdiri dari botol plastik, botol kaca, sterefoam, sendal, sepatu, tali, kain, pelampung jaring dan plastik campuran lainnya. Paparnya.

Tidak hanya sekedar membersihkan, lanjut ia mengatakan, kami juga mengumpulkan sisa kayu yang ada untuk dibuat menjadi bak sampah dan papan informasi. Nah, dari hasil sampah plastik yang kami pungut akan dikumpul satu tempat di bak sampah yang ada di lokasi pantai Mongingi.

“Sampah-sampah ini, akan menjadi penyediaan untuk dijadikan karya seni atau di daur ulang kembali.”

Perlu diketahui, ia menambahkan, aksi Pandu Laut terbagi lima titik yakni, pantai Cemara, pantai Melai One pulau Wangiwangi, pantai Mongingi, pantai Huntete pulau Tomia dan pantai Taipabu pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi. Terangnya.

Kepala Desa Wawotimu, Mujidu sangat berterimakasih kepada lembaga dan komunitas yang telah hadir di pantai Mongingi sebab pantai Mongingi jarang diakses dan pantai ini memiliki panjang sekitar 400 meter.

Dan kegiatan seperti ini sangat memiliki manfaat yang lebih positif dan diharapkan kepada generasi penerus untuk tetap menjaga pantai dari pencemaran limbah plastik apalagi kita di Wakatobi khususnya di pulau Tomia ini mayoritas nelayan. Tutupnya.

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX