FEATURE : Guru Honor Berprestasi di Wakatobi Tinggal di Rumah “Basi”

WAKATOBI, spiritsultra.com – Salah seorang guru honorer di desa Waloindi, Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tinggal di bekas bangunan laboratorium komputer dengan luas ukuran sekitar 4×6 yang tidak memiliki penerangan lampu listrik. Berlokasi di jalan poros Waloindi.

Ketika ditemui spiritsultra.com di kediamannya, Juel Gadril, S.Pd mengatakan, tempat ini awalnya laboratorium komputer dan sejak awal saya bertugas di pulau Binongko sejak Senin 29 September 2014, saya langsung tinggal di tempat ini karena bangunan ini merupakan bangunan Yayasan Pendidikan Islam yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Waloindi, ucap yang kerap disapa Zul (29). Selasa 27 Agustus 2019.

“Saya mengajar di MTs sudah lima tahun lebih dengan kondisi tempat tinggal seperti ini, apalagi lampu listrik tidak ada, saya hanya menggunakan lampu senter untuk penerangan saat malam hari,” pungkas kelahiran Wakoko Kecamatn Pasarwajo ini.

Selain lampu listrik, Lanjut ia mengatakan, kebutuhan air juga disini memakai air hujan dan itu memang warga di Waloindi lebih memakai air hujan karena disini terasa asin.

Kalau saat hujan, tempat saya ini banyak bocornya, di bagian dapur yang paling parah, dindingnya sudah rusak juga, jadi kadang-kadang biawak masuk ke dalam dan pernah satu kali ular besar masuk. Papar mantan Penyuluh Agama itu.

Hingga saat ini, saya dengan penuh iklas mengajar, baik untuk MTs maupun di luar sekolah dan alhamdulillah pada tahun 2016 lalu, saya mendapatkan penghargaan berupa sertifikat sebagai ‘Guru Luar Biasa’ dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) yang merupakan pelaksana tugas pokok departemen Indonesia di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Joel Gadril, S.Pd, Mendapatkan Piagam Penghargaan Sebagai ” Guru Luar Biasa ” Darikepala kantor Wilayah (Kakanwil) Sultra

Perlu diketahui, guru honorer ini sangat aktif di tengah masyarakat khususnya mendidik siswa hingga kepemudaan.

Selain menjadi guru honor, Juel Gadril yang kerap disapa Zul (29), dipercayakan menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) MTs, ia juga merangkap jabatan di tiga tempat yakni, menjadi guru honor di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mole, Madrasah Aliyah (MA), juga menjadi pendiri Tempat Pengajian Al-Quran (TPQ) Nurul Iman yang sekaligus menjadi guru ngaji dan ia juga diangkat sebagai Ketua Karang Taruna Bina Bakti desa Waloindi, Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Zul menjelaskan, Kepsek MTs Waloindi sebelumnya Sulaiman, SE asal pulau Kaledupa dan saya pada saat itu hanya guru matematika. Karena Sulaiman sudah pensiun, beliau berahir masa jabatnya sejak Juli 2017.

Setelah itu, lanjut ia mengatakan, Ketua Yayasan, Muh. Tahir bersama masyarakat setempat memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah di MTs Waloindi sejak Senin 3 Juli 2017 hingga saat ini. Paparnya kepada spiritsultra.com, Selasa 27 Agustus 2019.

Selain di MTs, saya juga mengajar di Madrasah Aliyah (MA), mulai aktif mengajar pada tahun 2015 hingga saat ini.”

Piagam Keberhasilan Sebagai Guru Luar Biasa

Kalau Tempat Pengajian Al-Quran (TPA) ini, saya dirikan sejak 2014, karena saya terdorong semangat untuk mendidik anak-anak. Setelah berjalan dengan baik dan dibuka secara umum, alhamdulillah 2017 saya usulkan di desa, sampai saat ini sudah memiliki tiga orang ibu rumah tangga yang menjadi guru ngaji.

“Gajinya guru ngaji ini hanya Rp.300 ribu perbulan yang dikucurkan oleh desa,” bebernya.

Selain aktif di sekolah, Zul memiliki perhatian serius kepada siswa dan pemuda(i) desa Waloindi untuk terus mendampingi hingga pada kegiatan di luar bangku pendidikan seperti kegiatan-kegiatan di tengah masyarakat untuk lebih aktif mengisi waktunya.

Tanpa rasa bosan, selain mengajar di MTs, MA, dan juga mengurus TPA, Zul mengusulkan diri sebagai Ketua Karang.

Tahun 2016 bulan satu, Zul mengatakan, alhamdulillah saya dipercayakan oleh masyarakat menjadi ketua Karang Taruna Bina Bakti yang dinobatkan langsung oleh Abdul Majid, S.Pd selaku kepala desa Waloindi.

Dan alhamdulillah, pada Senin 26 Agustus 2019, lamaran saya menjadi guru honor di SD negeri Mole diterima pada Rabu 4 September 2019.

“Dari semua yang saya lakukan ini hanya semata-mata mendampingi, baik siswa maupun pemuda(i) agar mereka lebih matang pengetahuannya, baik dari segi pendidikan, sosial, agama, budaya, maupun moral, saya harapkan mereka mampu memberikan efek yang positif di lingkungan, baik daerahnya maupun di luar daerah,” harapnya.

Saya berharap juga kepada pemerintah setempat agar diperhatikan desa-desa terpencil untuk diberikan bantuan maupun fasilitas penunjang agar anak-anak kita lebih berkembang.

Apalagi anak yang tidak lanjut sekolah, dengan adanya TPA dan Karang Taruna, saya harapkan anak-anak akan terus belajar dan aktif untuk terus mengembangkan dirinya dari berbagai aspek pendidikan, tuturnya.

Saat ini, sekolah MTs sebanyak 72 siswa dan siswi, ia berharap, kedepannya sekolah bisa terfasilitasi agar anak didik kita lebih cepat berkembang, tuturnya.

Ketika dihubungi spiritsultra.com melalui teleponnya yang merupakan salah satu satu didikannya, Gawarudin (19) menjelaskan, ia merasa bersyukur dengan hasil bimbingan yang ia dapat.

“Saya sebagai anak yatim, ia mengatakan, alhamdulillah saat ini sudah berada di kampus Amayo Yogyakarta dengan jurusan penerbangan atau transportasi udara. Bebernya, Selasa 27 Agustus 2019.

Salah satu Tempat Pengabdian Joel Gadri, S.Pd.

Saya selalu disemangati dan dibimbing sampai saat ini oleh beliau untuk membuktikan bahwa saya mampu melalui semua tantangan hingga cita-cita saya tercapai,” ujar lulusan Mts dan MA Waloindi itu.

Salah seorang anggota Karang Taruna Bina Bakti, Asrita (20) mengatakan, adanya sosok guru yang selalu memperhatikan kami pemuda(i) di Karang Taruna yang selalu membina dan mendampingi kami untuk terus belajar dan aktif, mulai dari kegiatan kecil maupun besar akan berdampak baik dari pada tidak berbuat.

“Dan juga, ia menambahkan, beliau telah merencanakan untuk membangun sanggar seni. Dengan adanya hal itu, kami pegiat tari ini sangat senang bila sanggar itu ada di desa Waloindi ini. Semoga banyak yang membantu untuk merespon itu,” tuturnya ketika ditemui spiritsultra.com.

Beberapa siswa yang telah ikut serta dalam lomba tingkat Kabupaten dan Provinsi,  Cerdas Cermat Qur’ani (CCQ) oleh Masnia dan Fatriani Dewi, kelas tiga Madrasah Aliyah Waloindi.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat provinsi jurusan Fisika oleh Suratman (17) juara dua dan Filki Suparman (16) juara tiga mewakili Kabupaten Wakatobi yang didampingi langsung oleh kepala sekolah Madrasah Aliyah Waloindi, Arianto Latif (40).

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX