Peran Investasi dan Daya Saing Daerah Dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif

KENDARI, Spirit Sultra.Com – Era Revolusi Industri yang saat ini di hadapi Bangsa Indonesia agar dapat bersaing di dunia Pertumbuhan Ekonomi yang menjadi tantangan global dan dalam perkembangan teknologi juga dirasakan di daerah-daerah seluruh Wilayah Republik Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Konawe Utara untuk memanfaatkan peran Investasi.

Dunia akademisi sangat merasakan pertumbuhan tersebut yakni akademisi Universitas Halu Oleo yang merupakan Kampus Nomor Satu di Sulawesi Tenggara, sehingga menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengupas tentang peran investasi dan keadaan ekonomi dimana Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyelenggara.

Bupati KONUT Menjadi Narasumber Dalam Seminar Nasional Bersama Guru Besar Kampus Haluoleo.

Turut hadir sebagai narasumber Guru besar dan pakar Ilmu Ekonomi dan Manajemen Nasional Bapak Prof. Dr. Ubud Salim, SE., MA, pakar ekonomi Universitas Hasanuddin Dr. Darwis Said, SE., M.Si., AK,CA, Peneliti Madya bidang bisnis dan Manajemen BPP Kementerian Dalam Negeri Dr. Herie Saksono., M.Si serta Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPM., Asean Eng. Sabtu (14/12/2019)

Ruksamin sekali lagi dipercaya menjadi narasumber Seminar Nasional atas prestasinya menjadikan Konawe Utara di peringkat ke-3 atas penyelenggaraan LPPD dari urutan paling terakhir serta 3 kali mendapatkan WTP.

” Peran investasi sangat mendukung kemajuan ekonomi masyarakat di daerah, tetapi di Negara Administratif Birokrasi kita ini tidak mudah, ada banyak aturan administrasi yang harus kita penuhi, di pusat alur yang kita lalui sangat banyak lalu turun lagi di provinsi yang pintunya banyak, terakhir tiba di daerah yang administrasinya juga seabrek. Contoh pertambangan sekarang di urus oleh Provinsi tapi kalau kekurangan yang di soroti kami pemerintah di kabupaten.” Katanya.

Suasana Peserta Seminar Nasional.

Dia juga menambahkan contoh, ada investasi di sektor wisata yang di bangun tetapi terkendala lagi oleh pembagian wewenang administrasi. “Di Konawe Utara di kenal ada Labengki, tetapi akses jalannya yang buruk sehingga kesulitan ke sana, kami pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa karena itu jalan nasional jadi kita harus menunggu jalan itu dikerja oleh pemerintah pusat, seandainya kami bisa mengerjakan sudah lama kami kerjakan agar wisatawan atau investor bisa mudah kesana”. Katanya.Sebagai kesimpulan Ruksamin mengatakan, “yang kami lakukan terlebih dahulu untuk bisa berdaya saing adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia terlebih dahulu, melakukan pelatihan kewirausahaan, pelatihan produktifitas, berikan bantuan sarana usaha mereka, menjaga kesehatan mereka agar tetap terus berinovasi”. Jelasnya.

 

Penulis : Rudia

Editor : La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX