Menanti Kepastian Dugaan Penggelapan Anggaran Desa Waitii Barat

WAKATOBI, spiritsultra.com – Forum Aspirasi Masyarakat Waitii Barat (Famas WB) menilai kinerja Pemerintahan desa Waitii Barat, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga gagal dan melakukan pelanggaran hukum.

Sebanyak 11 pengaduan dugaan penggelapan, penyalahgunaan, pungli maupun korupsi yang dikawal ke Polres Wakatobi untuk menindaklanjuti karena melihat fakta atas kinerja pemerintahan desa yang sejauh ini terkesan tertutup dan membuat masyarakat pemis, ungkap Ramaddin selaku anggota Famas WB ketika ditemui spiritsultra.com, Rabu 22 Januari 2020.

Pengaduan dugaan, Ramaddin mengatakan, kami sudah masukan beberapa poin di Polres Wakatobi pada Selasa 21 Januari 2020 seperti dana aspirasi yang diperuntukkan kepada Karang Taruna atau pemuda Waitii Barat dan seringkali dikomersilkan oleh terduga, namun hasil komersil aset tersebut tidak dimasukan ke kas desa dengan dana dugaan penggelapan itu tahun 2014 lalu, paparnya.

Seorang anggota Forum Aspirasi Masyarakat Waitii Barat (Famas WB), Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi memberikan aduan di kantor Polres Wakatobi. IST

Lanjutnya, terdapat kejanggalan dan kami duga terindikasi korupsi dari program tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp.160.000.000 hingga tahun 2018 juga perlu dilakukan pemeriksaan dilapangan serta dana operasional juga di tahun 2019 sebesar Rp.22.871.642 yang melalui transaksi penerimaan anggaran tersebut dan beberapa dugaan-dugaan lainnya, ucapnya.

“Kami aksi pada 15 Januari 2020 kemarin, pemerintah desa waitii barat telah melakukan perbaikan, salah satunya persoalan pengadaan bibit kambing yang diperuntukan kepada masyarakat waitii barat.” Bebernya

Untuk lebih lengkapnya, kami sudah ajukan laporan ke pihak yang berwajib dengan harapan segera menindaklanjuti dugaan penggelapan maupun penyalahgunaan anggaran desa Waitii Barat, tutupnya.

Mengenai pengadaan bibit kambing sejak tahun 2019 dan di bulan Januari 2020 ini barusan terealisasi untuk satu kelompok dengan berjumlah sekitar empat orang penerima, ungkap salah seorang warga desa Waitii Barat yang enggan menyebut identitasnya saat dikonfirmasi melalui telepon, (23/1).

Kepala Desa Waitii Barat, La Amdja menjelaskan, terkait beberapa yang diajukan oleh Famas WB yang salah satunya pengadaan kursi berasal dari aspirasi salah seorang anggota DPRD Wakatobi tahun 2014 sebanyak 125 buah dan tidak diperuntukan kepada Karang Taruna karena sampai saat ini belum terbentuk.

“Diperuntukkan kemasyarakat desa khususnya ke masyarakat desa Waitii Barat dan kursi itu masih saya yang tangani karena sejak pengiriman dari Wanci ke Tomia menggunakan anggaran pribadi saya dan kursi itu kami gunakan untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Kalau pengadan bibit kambing sejak bulan November 2019, sudah kami realisasikan di Januari 2020 ini kepada kelompok masyarakat penerima, ucapnya ketika dikonfirmasi (23/1).

Penulis: La Ode

Editor : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX