Kades Tobimeita: Aksi Demo LSM Gempita di Kantor ESDM Sultra Merupakan Suatu Kekeliruan

KONUT, spiritsultra.com – Kepala Desa (Kades) Tobimeita, Jasrin sangat mengapresiasi atas aksi yang dilakukan oleh lembaga Gerakan Masyarakat Pemerhati Tambang Sulawesi Tenggara (GEMPITA-Sultra) terkait aktifitas tambang ilegal di Blok Matarape merupakan suatu kekeliruan.

Terkait aktifitas tambang di Blok Matarape antara wilayah administrasi desa Molore dan wilayah desa Tobimeita, ia mengatakan, nama saya ikut terseret dan merupakan kekeliruan yang cukup besar, sebagaimana yang di sampaikan pada spiritsultra.com saat ditemui di kediamannya. Minggu 26 Januari 2020.

“Sebenarnya saya sangat mendukung para pemuda atau generasi yang selalu peduli terhadap daerahnya, namun saya juga sangat sesalkan atas aksi yang di lakukan oleh lembaga GEMPITA di kantor ESDM Sultra pada 18 Desember 2019 lalu.”

Jasrin Kades Tobimeita

Dan apa yang mereka nyatakan dengan melibatkan saya selaku Kepala Desa, itu merupakan suatu kekeliruan, saya tidak pernah terlibat dan mereka perlu ketahui bahwa sebelum saya di lantik menjadi Kades, saya sudah memiliki alat berat dan sudah memiliki lahan, pungkasnya.

Olehnya itu siapa saja yang memerlukan alat berat, baik kontraktor dalam kegiatan pembangunan maupun aktifitas tambang, kalau memerlukan jasa alat berat mereka pasti mencari saya selaku pemilik perusahaan, adapun bila sewaktu waktu mereka lihat keberadaan saya di Beskem perusahaan, itupun lahan saya yang mereka kontrak yang di jadikan Beskem dan kantinnyapun milik isteri saya, ucapnya.

Lanjut ia mengatakan, seharusnya sebelum mereka melakukan aksi, mereka dalami dulu materi yang mereka sampaikan pada saat aksi, sebab persoalan kontraktor tambang saya tidak pernah campuri, saya cuma pemilik Jasa, tutupnya.

Perlu diketahui, pada 18 Desember 2019 lalu, lembaga GEMPITA Sultra menyampaikan pada aksinya dengan menyatakan bahwa, di wilayah Matarape merupakan kawasan yang diputihkan pemerintah sesuai putusan pengadilan, sehingga dilarang adanya aktifitas penambangan nikel.

Menurut GEMPITA-Sultra, aktifitas penambangan di wilyah putih semakin marak bahkan mulai merusak ekosistem lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil investigasi dan monitoring terdapat oknum yang telah melakukan ilegal mining dengan sengaja melawan pemerintah serta hukum yang mengaturnya.

Penulis: Rudia

Editor  : La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX