Anggota DPRD Wakatobi Akan Tindaklanjuti Persoalan SMP dan Bronjong di Runduma

WAKATOBI, spiritsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), temukan dua masalah serius ketika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pulau Runduma, Kecamatan Tomia, Jumat 31 Januari 2020.

Dua permasalahan itu yakni pemasangan Bronjong di atas pasir pantai Runduma dan persoalan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap tidak lagi mendapatkan bantuan serta kondisi belajar di sekolah tidak pernah maksimal.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Wakatobi, Sulaeman, Kunjungan Kerja yang kami lakukan selama sehari untuk menyisir aspirasi masyarakat Wakatobi.

“Kami menemukan situasi memprihatinkan di Runduma, seperti SMPN Satu Atap, siswanya tidak mendapatkan bantuan, apalagi kondisi orang tua siswa di Runduma merupakan penghasil dari melaut dan petani,” ujarnya kepada spiritsultra.com melalui teleponnya (1/2/2020).

Tampak Bronjong yang melintang di pasir Runduma. IST

Dan saat ini, kata dia, tidak maksimal menjalankan belajar mengajar. Ucapan warga Runduma mengatakan, “Kepala Sekolah tidak pernah lagi kunjungi SMP, hingga berbulan-bulan,” padahal menurutnya, saat ini dari tingkat nasional sampai daerah telah dikucurkan anggaran pendidikan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), sedangkan daerah juga ada program Pendidikan Bersinar untuk masyarakat kurang mampu, pungkasnya.

“Kami akan tindak lanjuti persoalan ini, kemudian akan diupayakan agar para siswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan dan kita akan periksa juga jangan sampai ada bantuan tapi tidak disalurkan,” tambahnya.

Ketua Fraksi PAN, Genrindra dan PBB DPRD Kabupaten Wakatobi, Muh Ikbal ketika ditemui spiritsultra.com mengatakan, sebagai anggota DPRD Dapil Tomia dan juga warga asli Runduma, ia sangat mengetahui permasalahan warga di pulau pusat penangkaran penyu itu, hal lain disebutkannya yaitu penempatan bronjong yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Penempatannya itu sangat keliru, bronjong ini ditempatkan memanjang diatas pasir, ini akan merusak alam dan menghambat penyu bertelur dan tidak memiliki nilai estetik,” terangnya (1/2).

Ikbal menuturkan, dengan kunjungan bersama rekan kerjanya ini bisa diperjuangkan bersama-sama untuk memperbaiki masalah yang ditemukan dilapangan, khusunya Runduma saat ini menjadi fokus perhatian.

“Runduma ini sama dengan daerah lainnya di Wakatobi, jadi warga sini wajib juga mendapatkan haknya, hak pendidikan dan lain lainnya,” ucapnya.

Diketahui Kunker berlangsung selama satu hari itu dihadiri empat anggota DPRD Wakatobi seperti Muh. Ikbal, Sulaeman Akbar, Muh. Syahril Irman dan H. Sukiman.

Penulis: La Ode

EditorĀ  : Iyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX