Dinilai Pengelolaan Pemerintahan Desa Tidak Maksimal : Ini Pernyataan Kades Marombo

KONUT, Spiritsultra.com – Pemerintahan desa Marombo yang dijabat oleh Badila dinilai pembangunan masih terbengkalai dan masyarakat stempat merasa bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

“Saya tidak mengelak apa yang telah di nyatakan oleh masyarakat, namun ini harus dipahami, dengan kondisi yang saya hadapi saat ini seperti saya tidak menetap di kampung karena masih berupaya menyelesaikan tanggung jawab yang selama ini masih tertunda, ucapnya Badila kepada spiritsultra.com, Minggu 9 Februari 2020.

Ia mengakui bahwa selama ini telah melakukan kekeliruan dalam mengelola Dana Desa (DD) di mana saat melaksanakan kegiatan seperti pembangunan fisik belum maksimal memperhitungkan pajak yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Nilai pajak tersebut harus diselesaikan namun belum dapat menutupi sampai target waktu yang diberikan oleh Dinas DPMD, olehnya itu, pada saat diberhentikan sementara waktu untuk menjabat dan hingga saat ini telah kembali mengemban jabatan yang diberikan oleh Bupati dengan menandatangani surat pernyataan, bebernya.

“Saat ini saya sudah mendapatkan dana walaupun belum sepenuhnya untuk membenahi ketunggakan selama ini dan dengan jarangnya saya di kampung bukan berarti keluar untuk besenang-senang, tetapi itu merupakan upaya untuk mencari dana di luar untuk mencukupi yang harus dibenahi kembali,” tuturnya.

Kalau kepala desa sedang tidak berada di kantor desa, ia menambahkan, tapi semua kelengkapan administrasi seperti stempel saya amanahkan kepada sekretaris desa agar pelayanan masyarakat tetap berjalan.

“Adapun keluhan masyarakat sebagaimana yang disampaikan oleh bendahara saya terkait tidak adanya pemberdayakan, itu merupakan keterbatasan anggaran yang sudah berjalan ditahap ke tiga. Olehnya itu saya mencari pekerja sesuai anggaran yang saya perhitungkan,” tutupnya.

Penulis: Rudia

Editor  : La Ode

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX