Lembaga LESTARI Tuntut Persoalan Debu Tambang PT. Daka Grub Cemari Lingkungan

KONUT, spiritsultra.com – PT. Daka grup merupakan salah satu perusahaan tambang nikel yang sudah beroperasi kurang lebih sepuluh tahun di Kabupaten Konawe Utara (Konut) tepatnya di desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan.

Lembaga LESTARI yang di koordinir oleh Muh. Fajrin B melakukan aksi di kantor ESDM Provinsi untuk meminta pihak ESDM segera meninjau aktifitas PT. Daka Grup yang sudah memberikan dampak negatif kepada masyarakat setempat.

Debu Limbah Yang Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Masyarakat

Kurang lebih sepuluh menit melakukan aksi tuntutan, Lembaga LESTRI langsung ditemui oleh La Ode Syuhadar selaku Kasi Pemetaan WIUP dan Pemberian IUP Bukan Logam dan Batu Bara. Selasa (3/3/20)

Dari beberapa poin yang disampaikan oleh Lembaga LESTARI terkait pengawasan pertambangan PT. Daka Grub, La Ode Syuhadar menjelaskan bahwa pengawasan pertambangan bukan hanya di ESDM, tetapi masih ada instansi lain yang terlibat.

Kami di ESDM tentunya melakukan kinerja sesuai yang mengacuh pada pengawasan Dinas ESDM, Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan, ujarnya.

Tampak Limbah PT. Daka Grub

Tahun kemarin telah dilakukan pengawasan terpadu di Kabupaten Konawe Utara, termasuk salah satunya PT. Daka Grup terkait persoalan limbah, pengawasan izin di Lingkungan hidup yang sudah kami sampaikan untuk dilakukan pembangunan PPSLB3 seperti keruan air laut di Jeti nanti kami lakukan pembinaan.

“Dari pihak ESDM juga turun kemarin di PT. Daka mengenai PPSLB3, untuk fisiknya kami suruh segera benahi, penyimpanan Ore nikel di pinggir pelabuhan juga sudah kami suruh benahi, air lepasan dari atas sudah mereka buat kolam Cekdam tapi, harus bikin kolam pengendapan, Ore nikel pada jembatan juga kami sampaikan lakukan pembenahan,” bebernya.

Setelah pihak ESDM memaparkan terkait aktifitas pertambangan milik PT. Daka Grup, menurut Muh. Fajrin selaku Ketua LSM LESTARI, ia menilai suatu pembohongan.

“AMDAL melahirkan Izin yang disebut Limbah bahan berbahaya, lalu pihak ESDM mengklaim bahwa apakah kami sudah turun, kami baru Minggu lalu kesana dan kami melakukan investigasi selama seminggu dan yang kami dapatkan hanya debu yang merembes di rumah warga sehingga makanan mereka terkesan bercampur debu, serta yang kami dapatkan Jeti Ore dan mobil serta ruangan SDN 3 Lasolo yang dikelilingi hamparan debu,” tegasnya dihadapan awak media.

Penelusuran spiritsultra.com pada September tahun 2019 lalu di SDN 3 Lasolo Kepulauan hanya berjarak kurang lebih 10 meter ke aktifitas tambang ore nikel dan pada tahun 2020 ini, Lembaga LESTARI mengecam dengan persoalan yang sama ke PT. Daka Grub yang dinilai tidak mengindahkan hasil dari tim Pengawasan Terpadu.

Penulis: Rudia
Editor : La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX