Masyarakat Marombo Pantai Meminta Pihak Mabes Porli PT. Bososi Tetap Beraktivitas : Proses Oknum Dugaan Pelanggaran Tambang

KONUT, Spiritsultra.Com – Masyarakat Marombo Pantai Meminta Pihak MABES POLRI PT. Bososi tetap berjalan melakukan aktivitas Penambangan. Proses Oknum Dugaan Hasil investigasi Tim MABES POLRI yang telah mendapatkan beberapa dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh 7 Kontraktor Penambang di Kecamatan Langikima Kabupaten Konawe Utara (KONUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) proses hukumnya sudah sementara berjalan.

Salah satu dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh 7 (Tujuh) kontraktor tersebut di mana mereka melakukan aktivitas menambang sudah di luar batas Izin Usaha Penambangan (IUP) dan kontraktor tersebut merupakan Joint Operation (JO) sehingga Tim MABES POLRI melakukan penghentian aktivitas serta melakukan penyegelan alat berat yang berada di area tambang PT. Bososi.

Berdasarkan temuan dugaaan pelanggaran aktivitas pertambangan Tim MABES POLRI bersama media Spiritsultra.com melakukan penelusuran di Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo dan terlihat beberapa alat berat yang telah tersegel di beri tanda larangan garis Polisi (police line). Rabu (9/4/20)

Pantauan Awak Media, Menemui beberapa masyarakat Desa Marombo Pantai persoalan pelanggaran yang di lakukan oleh PT. Bososi sebenarnya adalah dampak dari kenakalan para Kontraktor melakukan aktivitas tambang yang menggunakan bendera PT. Bososi.

Ketua DPD Desa Marombo Pantai Bersama Masyarakat

Beberapa Oknum manajemen yang diberikan oleh H. Andi Uci selaku pemilik perusahaan PT. Bososi, sebagaimana pernyataan Ketua BPD Desa Marombo Pantai Wijaya mengungkapkan. Dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh PT. Bososi adalah ulah dari kontraktor yang menggunakan Izin Usahan Penambangan (IUP) Milik Perusahaan dan beberapa oknum kepercayaan H.Andi Uchi selaku pemilik perusahaan.

” Mereka seenaknya menerbitkan SPK (Surat Perintah Kerja) yang di berikan dari perusahan ke Joint Operation (JO) tanpa pengetahuannya, sehingga akibat ulah mereka kami masyarakat Marombo pantai kena dampak sosial, Selama Kehadiran PT. Bososi di desa ini perputaran ekonomi masyarakat mengalami peningkatan, konstribusi perusahaan dapatkan kami rasakan “. Ungkapnya

Lanjutnya, sehingga anak-anak kami mampu disekolahkan ke tingkat perguruan tinggi, masyarakat desa Marombo Pantai tidak menginginkan Perusahaan Tambang  PT. Bososi tidak meninggalkan desa ini.

” Aturan boleh di tegakan, tapi tolong pemerintah melihat kami selaku masyarakat kecil, Biar bagaimanapun kami adalah bagian dari Negara NKRI, jadi kami minta dari MABES POLRI agar yang di proses secara Hukum yaitu kontraktor yang menyalahgunakan Izin dan oknum – oknum yang telah menyalahgunakan wewenang dari perusahaan, harus di pertanggung jawabkan “. Tegasnya

Di tempat yang sama Ibu hasnia warga setempat Berharap. Masyarakat mohon kepada Dinas Kehutanan dan ESDM Pusat dan Mabes Porli, PT. Bososi tetap beraktivitas, Sebab kehadiran Perusahaan Tambang ini telah memberikan dampak positif dan masyarakat merasakan kesejahteraan.

” Banyak perusahaan Tambang yang beraktivitas tetapi hanya PT. Bososi tidak pernah mengecewakan masyarakat seperti yang di rasakan warga Desa Lasolo Pantai “. Harapnya

Penulis : Rudia
Editor   : La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WpCoderX