IKKON RI Membuat Pasar Tradisional Hutan Bambu Di Wakatobi

WAKATOBI – Sebanyak 12 orang peserta IKKON (Inovasi, Kreatif dan Kolaborasi Nusantara) yang sudah menjadi bagian program Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Nasional yang akan dibangun taman bambu sebagai pasar tradisional dan berbagai macam fungsi lainnya di desa Kahianga, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Salah seorang peserta IKKON, Yayak mengatakan, saya selaku bidang arsitektur merencanakan untuk membuat taman sekaligus pasar tradisional dan berfungsi sebagai salah satu tempat berwisata di Tomia. Ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon. Rabu 5 September 2018.

Ia menjelaskan, hutan bambu diperkirakan luasnya 50×50 yang berlokasi di desa Kahianga¬† dengan desain bangunan selter atau instalasi, pasar produk kerajinan dan kuliner khas Wakatobi dan juga akan berfungsi sebagai salah satu wadah kepariwisataan.

Pulau Tomia kami pilih sebagai lokasi merupakan hutan bambu yang cukup besar wilayahnya dibandingkan dengan ke tiga pulau lainnya seperti, Wangiwangi, Kaledupa dan Binongko.

Saat ini kami masih inventaris dengan berbagai macam persiapan dan pembenahan di lokasi. Di trip ke empat kami di Wakatobi akan kami libatkan beberapa pengrajin dan komunitas serta masyarakat setempat untuk bekerja sama membenahi lokasi yang sudah kami targetkan. Paparnya.

Dinas Pariwisata melalui Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Wakatobi, La Mawahid S.Pd menambahkan, sebelumnya tim IKKON RI melakukan pendampingan kepada pengrajin dan komunitas selama empat bulan, terhitung sejak Mei, Juni, Juli hingga Agustus 2018.

Sejak Agustus, tim IKKON sudah melakukan pendampingan secara produktif untuk menghasilkan peningkatan olahan produk lokal seperti, pembuatan parang, kemasan kuliner, tenun, daur ulang sampah plastik, anyaman, pahatan serta berbagai macam bentuk lainnya untuk meningkatkan desain yang tidak monoton.

Hasilnya akan dipamerkan pada Festival Bahari Pulau Tomia, Minggu 7 Oktober 2018 mendatang sesuai dengan yang sudah ditargetkan. Ucapnya.

Ketua komunitas KATUTURA dan Direktur Hengge Gallery saat dikonfirmasi melalui via telepon, sangat berterimakasih kepada tim IKKON RI dan Bekraf Wakatobi sudah mempercayakan kami sebagai pelopor untuk membedah sampah plastik sebagai produk olahan bernilai ekonomis pada Festival Tomia 2018 nanti. Tuturnya.

Tim IKKON RI memilih Wakatobi menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia sebagai lokasi mitra program pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif melalui Kolaborasi Nasional. Sebanyak 12 peserta ini masing-masing ditempatkan untuk membidangi fashion, tenunan, design produk kuliner, souvenir, komunikasi visual, arsitektur, interior, koreografer, antropolog, videografer dan fotografer untuk mendampingi pengrajin dan komunitas se Wakatobi.

Penulis: Iyan

Tinggalkan Balasan