Komunitas Katutura Di Wakatobi Gelar Event

WAKATOBI – Salah satu komunitas di pulau Tomia menggelar event bertema Ahir Pekan Bersama Katutura di kedai kopi pasar sentral Usuku, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sabtu 20 Oktober 2018, pukul 20.00 hingga selesai.

Kegiatan ini dirangkaian dengan pameran desain grafis, live mural, pemutaran film dokumenter kopi kahianga, bedah buku karya anak lokal hingga berbagai lapakan yang disediakan dari hasil olahan tangan komunitas-komunitas pulau Tomia.

Ketgam: Suasana diskusi buku di event ahir pekan bersama Katutura dan komunitas lainnya, di kedai kopi pasar sentral Usuku, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi. Sabtu 20 Oktober 2018. La Ode

Ketika ditemui oleh Spirit Sultra.com setelah event itu, ketua Katutura, Firman mengatakan, event ini pertama kalinya kami lakukan di kedai kopi milik komunitas kami, tujuan event ini untuk memperkuat solodaritas sesama komunitas yang ada di Tomia.

Event ahir pekan ini kami join bersama, Hengge Gallery (lapak aksesoris), Hedongka Projek (live mural), Distro Safart (lapak baju), Pesisir Membaca (lapak buku) dan Popicecorn Mugiwara (lapak popcron) di area pasar sentral Usuku dan kami mulai membuka event ini pada pukul 20.00 dengan kegiatan pameran desain grafis, live mural dan berbagai macam lapakan.

Ketika beberap agenda itu diselenggarakan, pukul 21.30 masuk pada acara bedah buku karya anak Tomia dengan judul buku “Surgaku Aman,” yang dibuat oleh La Ode Yudi Rizal yang juga merupakan seorang guru di salah satu sekolah di Tomia.

Berlangsungnya kegiatan bedah buku ini yang dipandu oleh ketua Katutura, Firman memberikan kesempatan untuk peserta yang hadir bertanya mengenai buku tersebut dan peserta yang hadir ini berbagai element masyarakat yakni, TBM Pesisir Membaca, CBT Poassa Nuhada, CBT Kahianga Membali, Hora Soea, Hengge Gallery, Hedongka Projek, Pelajar SMA, Winulu Arus Hijrah, Rumah Kreatif (RK), Kompas Tomia (KPA), Komunitas Fotografer Tomia (KFT), Band lokal BD, Popicecorn Mugiwara dan Ufi ART.

Saat suasana diskusi berlangsung, La Ode Yudi Rizal mengatakan, buku yang saya terbitkan pada tahun 2017 sebanyak 315 halaman dengan judul buku “Surgaku Aman,” bergenre Roman, isi tulisannya menggunakan bahasa indonesia. Ucapnya.

Lanjutnya ia mengatakan, buku ini bercerita tentang tiga tokoh memiliki latar belakang yang berbeda dan isi buku ini mengantarkan pembaca untuk melihat sumberdaya alam yang ada di daerah terutama di Wakatobi harus dimanfaatkan dengan baik. Paparnya.

Salah satu petani kopi, Jaharu Haya (45) asal desa Kahianga mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk semua kalangan karena dengan adanya event seperti ini semua komunitas akan saling mensuport dan terus mengembangkan berbagai macam kegiatan yang bernilai positif. Ucapnya.

Ketua CBT Poassa Nuhada desa Kulati, Asiru yang biasa disapa bapak tua (65) sangat mengapresiasi kegiatan komunitas pulau Tomia yang selalu bekerja mandiri dan terus melakukan kegiatan positif dan ia berharap kegiatan seperti ini harus berlangsung seminggu sekali atau sebulan sekali supaya generasi muda terus belajar dan memiliki pengembangan karakter. Paparnya.

Penulis: La Ode

Tinggalkan Balasan